Table of Contents
ToggleTRAINING PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
DESKRIPSI PELATIHAN PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Pelatihan bagi anggota Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan efektivitas upaya keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja. Pertama-tama, pelatihan ini memungkinkan anggota P2K3 untuk memahami peraturan dan standar keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku serta pentingnya kepatuhan terhadap regulasi tersebut. Selain itu, pelatihan juga membekali anggota P2K3 dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengidentifikasi risiko potensial, menganalisis penyebab kecelakaan atau penyakit, dan mengembangkan strategi pencegahan yang efektif. Dengan demikian, pelatihan membantu meningkatkan kemampuan anggota P2K3 dalam mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja secara proaktif. Selain aspek teknis, pelatihan juga memperkuat kesadaran akan pentingnya budaya keselamatan di tempat kerja, memotivasi anggota P2K3 untuk menjadi contoh dan advokat keselamatan bagi rekan kerja mereka. Secara keseluruhan, pelatihan bagi anggota P2K3 bukan hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun komitmen yang kokoh terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, yang merupakan aspek krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua orang.

TUJUAN PELATIHAN PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Tujuan pelatihan bagi Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sangat beragam, namun secara umum, tujuan tersebut mencakup beberapa hal yang penting. Pertama, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota P2K3 tentang prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja serta peraturan-peraturan yang terkait. Hal ini penting agar anggota P2K3 dapat memahami dan menerapkan standar-standar keselamatan yang relevan dalam lingkup kerjanya.
Kedua, tujuan pelatihan adalah untuk mengembangkan keterampilan teknis anggota P2K3 dalam melakukan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko-risiko keselamatan dan kesehatan di tempat kerja. Ini termasuk pengenalan terhadap berbagai jenis bahaya potensial, teknik-teknik analisis risiko, serta strategi pencegahan yang efektif.
Selain itu, pelatihan juga bertujuan untuk memperkuat kemampuan anggota P2K3 dalam mengkomunikasikan informasi keselamatan dan kesehatan kerja dengan jelas dan efektif kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari manajemen hingga pekerja.
Selanjutnya, tujuan pelatihan adalah untuk membangun kesadaran dan budaya keselamatan yang tinggi di tempat kerja, dengan menginspirasi anggota P2K3 untuk menjadi pemimpin dan model perubahan dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Terakhir, pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara anggota P2K3 dengan berbagai pihak terkait, seperti manajemen, pekerja, dan pihak eksternal seperti ahli keselamatan dan kesehatan kerja, dalam rangka mencapai tujuan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif. Dengan demikian, pelatihan bagi anggota P2K3 bukan hanya tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang memperkuat komitmen dan kerjasama dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat.
MATERI PELATIHAN PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
- Pengenalan Konsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3):
- Definisi dan pentingnya K3 di tempat kerja.
- Peraturan dan standar K3 yang berlaku.
- Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Risiko:
- Pengenalan berbagai jenis bahaya di tempat kerja.
- Teknik identifikasi bahaya dan evaluasi risiko.
- Penilaian tingkat risiko dan prioritas tindakan.
- Pengendalian Risiko K3:
- Prinsip-prinsip pengendalian risiko.
- Jenis-jenis pengendalian fisik, administratif, dan perilaku.
- Pemilihan dan implementasi pengendalian yang tepat.
- Penyusunan Program K3:
- Langkah-langkah dalam menyusun program K3.
- Pemantauan dan evaluasi program K3.
- Peran dan tanggung jawab anggota P2K3 dalam program K3.
- Komunikasi K3:
- Strategi komunikasi efektif dalam K3.
- Penggunaan media komunikasi untuk menyampaikan pesan K3.
- Komunikasi dengan berbagai pihak terkait dalam konteks K3.
- Investigasi Kecelakaan dan Insiden K3:
- Langkah-langkah dalam melakukan investigasi kecelakaan dan insiden.
- Analisis penyebab-penyebab kecelakaan.
- Penerapan tindakan korektif dan pencegahan.
- Budaya Keselamatan Kerja:
- Membangun budaya keselamatan di tempat kerja.
- Peran anggota P2K3 dalam mempromosikan budaya keselamatan.
- Strategi untuk mengubah perilaku dan sikap terkait K3.
- Pelatihan dan Pendidikan K3:
- Perencanaan dan penyelenggaraan pelatihan K3.
- Pengembangan materi pelatihan yang efektif.
- Evaluasi efektivitas pelatihan K3.
- Peran P2K3 dalam Manajemen Krisis K3:
- Persiapan dan tanggap darurat dalam situasi K3.
- Peran anggota P2K3 dalam manajemen krisis K3.
- Evaluasi dan pembelajaran dari kejadian krisis K3.
- Keterampilan Manajemen Konflik dan Negosiasi:
- Strategi penyelesaian konflik di lingkungan kerja.
- Keterampilan negosiasi untuk mencapai kesepakatan terkait K3.
- Peran P2K3 dalam menangani konflik terkait K3 secara efektif.
PESERTA PELATIHAN PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
- Anggota P2K3: Anggota P2K3 yang baru atau yang sudah ada membutuhkan pelatihan untuk memahami tugas dan tanggung jawab mereka dalam memastikan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
- Manajer dan Supervisor: Manajer dan supervisor perlu diberikan pelatihan P2K3 agar mereka memahami pentingnya mendukung dan menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja, serta memberikan dukungan kepada anggota P2K3 dalam upaya mereka.
- Tenaga Kerja: Pekerja di semua tingkatan juga perlu dilibatkan dalam pelatihan P2K3 untuk meningkatkan kesadaran mereka akan bahaya potensial di tempat kerja dan bagaimana cara untuk mengelolanya dengan aman.
- Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Ahli K3 seringkali menjadi peserta pelatihan P2K3 untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka, serta untuk berkolaborasi dengan anggota P2K3 dalam menyusun dan melaksanakan program-program K3.
- Pihak Eksternal: Beberapa organisasi juga mengundang pihak eksternal seperti konsultan keselamatan dan kesehatan kerja atau perwakilan dari lembaga pemerintah terkait untuk mengikuti pelatihan P2K3, terutama jika mereka memiliki peran atau kepentingan terkait keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja tersebut.
Jadwal Training Jakarta Fix Running di Tahun 2026
| Januari | Februari | Maret | April |
| 16 -17 Januari 2026 | 13 – 14 Februari 2026 | 5 – 6 Maret 2026 | 24 – 25 April 2026 |
| Mei | Juni | Juli | Agustus |
| 21 – 22 Mei 2026 | 11 – 12 Juni 2026 | 16 – 17 Juli 2026 | 20 – 21 Agustus 2026 |
| September | Oktober | November | Desember |
| 17 – 18 September 2026 | 8 – 9 Oktober 2026 | 12 – 13 November 2026 | 17 – 18 Desember 2026 |
Peserta dapat pesan / customize jadwal pelaksanaan training selain tanggal yang sudah kami agendakan.
Lokasi Pelatihan Penyusunan Program K3 Medan Training selain di Jakarta
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro
- Bandung, Hotel Neo Dipatiukur
- Bali, Hotel Ibis Kuta
- Lombok, Hotel Jayakarta
- Surabaya, Hotel Neo Gubeng
Investasi Training Jakarta
Investasi pelatihan Training Penyusunan Program K3 Offline tahun 2024 ini Rp 6.900.000/ peserta dengan minimal pelaksanaan 3 peserta setiap batch nya. Anda akan mendapatkan harga lebih kompetitif jika pelatihan diselenggarakan secara In House Training (IHT) minimal dengan 10 peserta setiap angkatan/ batch nya. Untuk detail biaya investasi pelatihan ini silahkan menghubungi tim marketing Training Jakarta dan dapatkan harga investasi terbaik.
Hubungi segera tim marketing kami untuk mendapatkan biaya investasi terbaik. silahkan hubungi melalui WhatsApp berikut ini




